Soroti PHK Karyawan Tetap PT PP, PP Gerakan Pemuda Al-Washliyah: Jangan Korbankan Pekerja!

JAKARTA INVESTIGASI

- Redaksi

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:53 WIB

5025 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Al-Washliyah (PP GPA) menaruh perhatian serius dan mengecam keras adanya gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak terhadap karyawan tetap di tubuh BUMN PT PP (Persero) Tbk. Tindakan ini diduga bukan didasari oleh efisiensi bisnis yang objektif, melainkan sebagai upaya sistematis untuk membungkam karyawan dan menutupi berbagai kebobrokan serta dugaan penyelewengan yang melibatkan oknum pejabat dan direksi internal PT PP.
Sekretaris Jenderal PP GPA, H. Saibal Putra, menegaskan bahwa sebagai perusahaan milik negara (BUMN), PT PP seharusnya menjadi contoh dalam perlindungan hak-hak ketenagakerjaan dan transparansi tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance), bukan justru bertindak sewenang-wenang terhadap karyawannya sendiri.

“Kami meminta dengan tegas kepada manajemen PT PP untuk tidak melakukan PHK terhadap karyawan tetap. Hentikan pemecatan sepihak yang sarat kejanggalan ini. Kami mengendus adanya aroma tidak sedap, di mana pemecatan ini diduga kuat menjadi tameng untuk menyingkirkan pihak-pihak yang kritis atau mengetahui borok internal demi mengamankan posisi para pejabat dan direksi,” ujar H. Saibal Putra dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.

Saibal menambahkan, tindakan pemecatan sepihak tanpa proses yang transparan dan sesuai dengan undang-undang ketenagakerjaan adalah bentuk kezaliman nyata terhadap buruh dan pekerja. Terlebih jika motif di baliknya adalah untuk mengubur kasus-kasus hukum atau maladministrasi yang dilakukan oleh elit perusahaan.

“Karyawan tetap memiliki hak konstitusional yang dilindungi hukum. Menjadikan mereka ‘tumbal’ untuk menutupi kesalahan oknum direksi adalah tindakan yang tidak bisa ditoleransi. Badan Pengaturan BUMN di bawah kepemimpinan Dony Oskaria harus segera turun tangan melakukan audit investigatif menyeluruh terhadap PT PP, baik dari sisi tata kelola keuangan proyek maupun pengelolaan SDM-nya,” lanjutnya.

Lebih lanjut, PP GPA menyatakan siap mengawal kasus ini dan membuka posko pengaduan bagi para karyawan PT PP yang merasa dirugikan atau di-PHK secara semena-mena karena mencoba menyuarakan kebenaran.
“Jika terbukti ada pelanggaran hukum dan kesewenang-wenangan demi menutupi korupsi atau bobrok direksi, PP GPA tidak akan tinggal diam. Kami akan menggalang kekuatan pemuda dan elemen masyarakat untuk menuntut keadilan, serta melaporkan oknum-oknum direksi tersebut ke aparat penegak hukum (KPK/Kejaksaan Agung),” pungkas Saibal. (*)

Berita Terkait

Banjir Aceh Belum Surut, Mualem Dicerca Publik, Presiden Prabowo Didesak Evaluasi Pemerintahan Aceh
DPP LPPI : Jangan Potong Fakta Hukum, Putusan Pengadilan Tak Buktikan Budi Arie Terlibat Soal Judi Online
Pengamat Apreasiasi Langkah Cepat Pangdam Mulawarman Terkait Pengibaran Bendera Borneo
Penangkapan Gembong Narkoba Kampung Bahari Jadi Kado Nyata untuk Indonesia di HUT ke-81 RI
PW GP Al Washliyah DKI Jakarta Dukung Imbauan Panglima TNI: Masyarakat Jangan Mudah Terprovokasi Narasi yang Belum Terverifikasi
Stop Framing Menyesatkan! PW GPA DKI Tegaskan Pernyataan Zulhas Dipelintir dari Konteks Aslinya
Prof DR Sutan Nasomal Meminta Presiden RI Ultimatum Hukuman MATI Bagi Pejabat Negara Korupsi Dan Di MISKINKAN. Rakyat Menunggu Putusan !!!
Profesor Sutan Nasomal Klem Ekonomi Mangkrak Lapor Pak Prabowo Tolong Presiden Rakyat Terancam Lapar Dimana Mana!!

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:52 WIB

Dituduh Sembunyikan Bayinya Agar Bisa Masuk ke Ruang Rawat Inap RS Unhas, Seorang IRT Naik Pitam dan Labrak Satpam

Kamis, 20 Agustus 2026 - 01:18 WIB

Kodam XIV/Hasanuddin Kirim 2.212 paket Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa NTT

Berita Terbaru