Presidium FRONTAL Jawa Timur Ajak Driver Sampaikan Aspirasi Secara Tertib dan Damai

JAKARTA INVESTIGASI

- Redaksi

Rabu, 2 September 2026 - 15:20 WIB

5032 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA || – Presidium Front Driver Online Tolak Aplikator Nakal (FRONTAL) Jawa Timur, Tito Ahmad, mendorong adanya penataan ekosistem transportasi online yang lebih berkeadilan dengan memperhatikan kesejahteraan para pengemudi.

Menurutnya, persoalan besaran potongan komisi aplikator menjadi salah satu hal yang perlu mendapatkan perhatian pemerintah dan perusahaan aplikator.

Tito menyampaikan bahwa, driver online menghadapi berbagai beban operasional di tengah penerapan potongan komisi yang dinilai cukup tinggi. FRONTAL Jawa Timur mendorong agar potongan komisi aplikator dapat dikurangi hingga maksimal 10 persen sehingga pendapatan yang diterima mitra pengemudi dapat lebih proporsional dengan biaya operasional yang dikeluarkan.

“Kami berharap pemerintah dan perusahaan aplikator dapat memperhatikan kondisi para pengemudi. Penataan transportasi online perlu dilakukan secara adil agar keberadaan driver sebagai mitra dapat terlindungi dan kesejahteraannya meningkat,” ujar Tito melalui keterangannya, Rabu (2/9).

Selain persoalan potongan komisi, Tito mendorong adanya komunikasi yang lebih terbuka antara pemerintah, perusahaan aplikator, dan komunitas pengemudi dalam menyelesaikan berbagai persoalan transportasi online. Menurutnya, penyampaian aspirasi perlu dilakukan secara konstruktif dengan mengedepankan dialog serta tetap memperhatikan ketentuan hukum yang berlaku.

Tito juga mengajak seluruh driver dan komunitas transportasi online di Jawa Timur, untuk menjaga situasi tetap kondusif dalam menyampaikan aspirasi. FRONTAL Jawa Timur, kata dia, siap mendorong penyampaian aspirasi secara tertib, damai dan bertanggung jawab sehingga kepentingan pengemudi dapat diperjuangkan tanpa menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Kami ingin persoalan yang dihadapi driver dapat diselesaikan melalui komunikasi dan dialog. Pemerintah, aplikator dan pengemudi harus bersama-sama membangun ekosistem transportasi online yang sehat, transparan, berkeadilan dan berkelanjutan,” tutup Tito. (Red).

Berita Terkait

Tender Dermaga Kajang Rp30,9 Miliar Disorot, JAS Duga Ada Pengaturan Pemenang
Pengamat: Aduan terhadap Budi Arie Jangan Dipaksakan Jadi Dugaan Makar, “Seandainya” Bukan Bukti Tindakan Nyata
Perjuangkan Kesejahteraan, PERON 26 Serukan Driver Online Jaga Kamtibmas
Prof DR Sutan Nasomal Meminta Ketua Umum PDI Perjuangan Agar Memberikan Klarifikasi Ucapan Anggotanya “Menghina Wartawan Gerombolan Sirkus”
Rumah Moderasi Sampaikan Dukungan Ke Polri, Ingatkan Potensi Ancaman Radikal Bagi Anak Bangsa Melalui Ruang Digital
Kinerja Menteri Imipas Agus Andrianto Membawa Perubahan Besar, Lapas Kini Lebih Produktif dan Mandiri
Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup
Exploring Bandung’s Natural Wonders: From Volcanic Landscapes to Majestic Waterfall

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:52 WIB

Dituduh Sembunyikan Bayinya Agar Bisa Masuk ke Ruang Rawat Inap RS Unhas, Seorang IRT Naik Pitam dan Labrak Satpam

Kamis, 20 Agustus 2026 - 01:18 WIB

Kodam XIV/Hasanuddin Kirim 2.212 paket Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa NTT

Berita Terbaru