PPMSU Tegaskan Siap Kawal Kasus Kematian Winda Lorenza hingga Terduga Pelaku Dipenjara

REDAKSI MAKASSAR

- Redaksi

Senin, 7 September 2026 - 18:19 WIB

5012 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Puluhan massa Persatuan Pemuda Mahasiswa Sumatera Utara (PPMSU) menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Besar (Mabes) Polri, Jakarta Selatan, Senin (7/9/2026). Mereka mendesak Polri mengusut tuntas dugaan kejanggalan di balik kematian almarhumah Winda Lorenza, mantan istri seorang oknum anggota Polsek Medan Sunggal.

 

PPMSU menilai kasus tersebut tidak boleh berhenti sebatas penyelidikan administratif. Massa mendesak aparat penegak hukum membuka secara terang dugaan keterlibatan pihak-pihak tertentu, termasuk dugaan pembunuhan berencana dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang mereka soroti dalam kasus tersebut.

 

Aksi puluhan mahasiswa dan pemuda itu mendapat respons dari perwakilan pejabat Mabes Polri. Aspirasi, laporan, serta sejumlah poin tuntutan yang dibawa dari Sumatera Utara diterima untuk ditindaklanjuti dan diteruskan kepada pimpinan serta divisi terkait, termasuk Bareskrim dan Divpropam Polri.

 

Namun, bagi PPMSU, penerimaan berkas bukanlah akhir persoalan. Mereka menegaskan bahwa ukuran keberhasilan penanganan kasus ini bukan pada diterimanya laporan, melainkan pada keberanian aparat membuka seluruh fakta dan mengambil tindakan hukum apabila ditemukan bukti yang cukup.

 

PPMSU secara tegas mendesak Bareskrim Polri mengambil alih penanganan kasus dari tingkat daerah apabila diperlukan demi menjamin proses penyidikan berjalan independen, objektif, dan bebas dari dugaan intervensi maupun konflik kepentingan.

 

Selain itu, PPMSU mendesak aparat menindak tegas pihak yang diduga terlibat berdasarkan hasil penyidikan dan alat bukti yang sah. Mereka juga meminta Propam Polri memeriksa dugaan keterlibatan anggota kepolisian serta menjatuhkan sanksi sesuai ketentuan apabila pelanggaran terbukti.

 

Dugaan TPPO yang turut disuarakan massa juga diminta tidak dibiarkan menguap. PPMSU mendesak seluruh informasi, aliran dana, serta pihak-pihak yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut ditelusuri secara serius dan transparan.

 

“Kami mengapresiasi perwakilan Mabes Polri yang telah menerima tuntutan kami hari ini. Tetapi kami tegaskan, aksi ini bukan akhir. Kami akan kawal terus prosesnya. Janji dan berkas yang sudah diterima harus dibuktikan dengan langkah hukum yang nyata. Jangan sampai kasus ini kembali tenggelam tanpa kejelasan,” tegas Koordinator Aksi PPMSU, Oza Hasibuan, di depan Mabes Polri.

 

Ia menegaskan PPMSU tidak akan berhenti pada aksi jalanan. Pengawalan akan dilanjutkan ke sejumlah lembaga negara untuk memastikan perkara tersebut mendapat perhatian dan pengawasan dari berbagai pihak.

 

Usai menyerahkan berkas tuntutan di Mabes Polri, massa PPMSU kemudian bergerak menuju kantor Komnas HAM RI. Langkah tersebut dilakukan untuk mendorong pengawasan independen terhadap penanganan perkara sekaligus memastikan dugaan pelanggaran hak asasi manusia dan persoalan lain yang berkaitan dengan kematian Winda Lorenza mendapat perhatian serius.

 

PPMSU juga mendorong penelusuran transaksi keuangan yang dianggap berkaitan dengan perkara melalui lembaga berwenang, termasuk PPATK, apabila terdapat dasar hukum dan indikasi transaksi mencurigakan.

 

PPMSU menegaskan satu hal: kasus kematian Winda Lorenza tidak boleh berhenti pada tumpukan berkas dan janji tindak lanjut. Mereka menuntut fakta dibuka, dugaan keterlibatan diusut, dan siapa pun yang terbukti bersalah harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

 

Red/Tim

Berita Terkait

Milad ke-3 TTKKBI, Arul: Jaga Marwah Budaya, Perkuat Persaudaraan
Respons Cepat Keluhan Pelanggan, PERUMDAM TKR Tangani Keluhan Air Keruh dan Bau
Mitigasi Dampak Kemarau, PERUMDAM TKR Lakukan Pengerukan Lumpur Untuk Buka Jalur Air Baku
UPDATE 12 SEPTEMBER 2026: Kemarau belum reda, PERUMDAM TKR Terus Salurkan Bantuan Air Tangki ke Seluruh Wilayah Kabupaten
Gerak Cepat Polsek Kawasan Paotere, Tiga Terduga Pencuri Mesin Kapal Diamankan
Warga Bantah Barak Gang Saru Digunakan untuk Narkoba, Pertanyakan Temuan di Lokasi
Warga Bongkar Kejanggalan GSN Gang Saru: Diduga Bocor, Razia “Ecek-ecek”, Bandar Tak Tersentuh!
Ulah Brutal Terduga Mahasiswa Hukum di Makassar: Rusak Fasilitas Usaha hingga Aset PLN

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:52 WIB

Dituduh Sembunyikan Bayinya Agar Bisa Masuk ke Ruang Rawat Inap RS Unhas, Seorang IRT Naik Pitam dan Labrak Satpam

Kamis, 20 Agustus 2026 - 01:18 WIB

Kodam XIV/Hasanuddin Kirim 2.212 paket Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa NTT

Berita Terbaru